Minggu, 25 Oktober 2009

Sunday Morning With Facebook

Minggu pagi ini enaknya ngapain yah.. Aku bangun, melihat sudah ada k'hilal dan anaknya zita di sampingku. Aku melihat hpku, ada miscall. Ternyata dari K.nas. Cuci muka, telfonan, setelah itu.. ngapain? nulis ini. Meskipun koneksi t-flash ini bener-bener lelet.

Aku melihat ke sekeliling, di dalam kamarku. Berantakan. Koran berserakan, cd film maupun program di mana-mana. Mejaku kayak kapal pecah. Ada gelas bekas minumku yang dikerubutin semut.. aku gak peduli. Ada sebungkus roti yang sudah mulai berjamur. Ada tumpukan majalah-majalah, kertas, gak jelas. Di bawah meja kabel-kabel gak beraturan. Laptop, dan sebuah TV yang hampir tidak pernah aku nyalakan.

Kalo ada yang aku inginkan sekarang dan bisa terkabul, itu pasti adalah 'pintu ajaib'nya doraemon. Agar aku bisa kemana saja. Bertemu dengan orang-orang yang ingin kutemui, mendatangi tempat-tempat yang pernah kulalui. Hanya untuk mengisi kekosongan ini, dan kemudian saat waktunya tiba, kembali lagi dengan rutinitas harian di sini. Tapi itu tak mungkin. Pintu ajaib, tidak ada.

Aku pernah punya keinginan, suatu saat aku ingin mempunyai sebuah perpustakaan di rumah pribadiku. Isinya kuisi dengan beragam macam buku, mulai dari novel, agama, sains, sosial, dan masih banyak lagi. Aku membayangkan menghabiskan waktu lowongku di dalamnya. Melahap semua buku-buku itu, tanpa ada yang mengganggu.

Juga, aku punya keinginan untuk memiliki sebuah studio musik, lengkap dengan peralatannya. Aku bisa membuat dan merekam lagu, atau sekedar ngejam dengan teman-teman lama. Sebuah keinginan masa mudaku.

Aku tadi sempat membuka facebook, melihat apa ada hal baru yang masuk ke profileku. Sekilas aku membaca status beberapa orang yang ada dalam friend listku. "Minggu pagi ini, naik sepeda ke pantai'. Good for you, man. But, i no care. "This lazy sunday morning, ada yang mau ngajak keluar?". Halah, tinggal sms tmn terdekat, jgn ngik-ngik di facebook. "Akhirnya!!". Akhirnya apa bro, gak jelas, cuci muka dl bro. Dan beberapa basa-basi lainnya yang, my god, memenuhi akun facebook ini setiap menitnya.

Dengar, aku mulai bosan dengan facebook. Bukan cuma facebook, tapi semua fasilitas social networking itu. "A new way to make friends", katanya. Maksudku, what's wrong with the old way? Lihat, beberapa orang menulis hal remeh temeh, dan dikomentari oleh bejibun orang lainnya. Aneh bagiku. Orang sekarang suka 'give a shit' kepada hal remeh-temeh seperti itu. Kubilang, tak usahlah. Seperti tulisan ini, yang isinya juga tidak kalah remeh temehnya. Dan syukurnya tidak ada yang mengkomentari. Itu baik.

A new way to make friends. So what's wrong with the old way? Kalau aku ingin benar-benar mencari teman, aku tidak akan tinggal di dalam kamarku, di depan monitor yang menampilkan halaman-halaman social networking itu. Aku akan keluar, menyapa orang lewat, mendatangi teman kerja, bersilaturahmi dengan teman lama. Atau aku akan menelfon mereka, menanyai kabarnya, dan sebagainya. Atau minimal aku menggunakan fasilitas SMS, atau aku mengiriminya surat elektronik. Itu semua 'old ways' yang sungguh, masih tetap jauh lebih baik daripada 'new way'nya social networking, tidakkah?

Social networking, sudah membuat kita justru menjadi antisosial. Kita menghabiskan waktu menyendiri, berpikir bahwa kita sedang 'make friends', tapi sesungguhnya justru kita sedang 'ignoring our friends'. Go out, visit them goddamit. Or call them, talk to them, ask their news. Don't just wasting your time updating your stupid profile and photos every 1 hour you idiot. Don't just play with that poker or mafia wars or whatever you calls it. And stop send me those virtual gift. I mean, no one need that bullshit. Everyone wants a real gift, you hear me. If you call yourself a 'friend' of your friend, then. Oh, and that quizes, thousands of quiz. Lol.

Lama kelamaan aku jadi berfikir untuk menutup akun facebookku dan berhenti darinya, seperti dulu saat aku memutuskan untuk berhenti chatting di mIRC. Yang aku tidak suka darinya adalah, there are too much people playing with words in their status that we are not worthed to spend our time to write or read on it (i prefer to continue my NFS Underground's game lol), plus there are more people commenting on that shit. Tidak semua orang, beberapa ada yang benar-benar memfungsikan facebook sebagaimana seharusnya. 3 atau 4 orang dari 101 friends di akunku. Sedikit orang ini, mereka benar-benar bicara saat ada hal yang memang seharusnya diungkapkan. Dan yang tidak kalah penting, mereka diam saat memang seharusnya diam. Tidak seperti kebanyakan, They keep updating their status even if there is nothing to say. Dan jika tidak ada yang harus dikatakan tapi tetap memaksa untuk bicara, tidak salah lagi yang keluar pasti ngik-ngik. They get bath, they say it. They cook some egg, they say it. They Shitting in their closet, they say it. Kita bahkan tidak perlu menyewa seorang profesional spionase untuk memata-matai hidupnya. They already say it all, in their holy status. Get a life.

There are more, more of them. Bermain-main dengan tulisan yang tidak jelas... seperti "hari yang melelahkan", "semoga cepat selesai", "anjritt... kambuh lagi!!", "Malam minggu.. Malam yg biasa2 sj,ku isi dgn nyuci baju,makan,trus tidur deh.. :-S".

I mean, kamu ngapain aja hari ini bro hingga kelelahan, pentingkah, why didn't you speak it clearly, don't make us ask you twice to make you talk clearly. Dan, apanya yang cepat selesai, can't you speak it completely, haruskah kami mencekik lehermu supaya kau berhenti membuat kami penasaran? Dan, kambuh, penyakit apa? Borok yang tak sembuh-sembuh? And last but not last, huhuhauhuahuah i can't believe she write that shit in her status! How pity.. Klo hidup menderita jgn sombong donk! Orang itu sombong biasanya kalo kaya, hidup foya2. Ini susah sombong! Pake lapor di status, read by a thousands of people lagi. Think about it.

See i told you, they all already say it. Jangan pernah mengharapkan lebih dari itu. Fasilitas ini hanya bisa sampai di situ. I am not saying it is bad. it is okay, good, go ahead with it, it's fun. But just don't spend your life with it. Jangan menghabiskan waktu mengunci diri dalam kamar, sembunyi dalam sekat-sekat warnet, menyudut dalam cafe hotspot, hanya untuk membuat profile kelihatan indah. Keluarlah dari itu semua, meet your friends secara 'live'. Kau tidak akan menyesal.

I'm finish now. One of my friends, Idris, just call me, he already on the way to my home. Aku harus siap-siap, bersihkan kamar, mungkin 10 menit lagi dia tiba. Can't you see, we meet lively, we share true gift, no bullshit. We are real friend, not 'friend' like on your account!

See ya next time!

Update 2 days after:
Aku join di sebuah group di Facebook, namanya 15 Fucks Of Facebook. Setidaknya komentarnya dapat mewakili sebagian pemikiranku tentang Facebook. Just For Fun, ok?

====================

15 Fucks Of Facebook

Fuck You Number ONE

OK PEOPLE STOP POSTING GOODNIGHTS ON FACEBOOK. ITS NOT LIKE FACEBOOK IS UR FUCKING HUSBAND OR WIFE TO SAY GOOD NIGHT DUMBASS.

Fuck You number TWO

There is NO SUCH THING as a FACEBOOK Tracker.
It does NOT exist. So quit posting stupid bulletins like
"OH-MY-GOD this WORKS!!!"
No, it doesnt.

Fuck You number THREE

To the people who have like 25,000 friends;
Are you fucking serious?
You're stupid.
Go play in traffic.

Fuck you number FOUR

Don't ever post pictures and say:
"OMG, I'm so ugly"
because if you were, you wouldn't post them.
If you do you're a fucking moron.

Fuck you number FIVE

NOBODY cares about threats over the internet,
so don't try to act hardcore with the keyboard.
Fighting online is like racing in the Special Olympics;
Even if you win, you're still retarded.

Fuck you number SIX

Quit crying because you're not on someones 'Top 8'.
Who cares?!?
ITS fACEBOOK!!!
If you really cared that much, you would
pick up the damn phone!

Fuck you number SEVEN

Who really cares if I don't accept you as a friend?
MOVE ON!!!
Don't send me another request or message asking
"What's up with you not adding me?"
I don't want you as a friend, that's what's up,
Asshole.

Fuck you number EIGHT

6th graders who have FACEBOOKand look like sluts,
and act like whores;
Go somewhere else because nobody wants you here.
And Parents -
Quit blaming FACEBOOK for your kid being a hooker,
she was a whore before FACEBOOK,
and she'd be a whore without it!
What does that say about your parenting skills?
Think about it!

Fuck you number NINE

If you have decided to JOIN this, you are a true FACEBBOK Friend.
Real friends read their FRIENDS SHIT..,

Fuck you number TEN

I say you go and TELL PEOPLE TO JOIN this and maybe it will finally get through people's brains.

Fuck you number ELEVEN

If you open a MESSAGE OR SPAM and it says something like repost this in 100 seconds or a ghost will rape you tonight, or some dead bitch is going to rape your mom - quit being dumb!

Fuck you number TWELVE.

FACEBOOK was created to keep up with friends.
Quit trying to check up on your dumbass ex!!
Come on, now, people, its called stalking...you might as well be sitting in front of their house with binoculars.

If this made you laugh, or you agree with it, then Join this Group.....

IN ENLIGHTMENT OF SOME DUMBASS PEOPLE... HERE IT IS:

FUCK YOU NUMBER 13

IF YOU JOIN THE GROUP TO CRITICIZE..YOUR THE BIGGEST DUMBASS IN THE LIST OF DUMBASSES IN THIS FUCK YOU LIST.. IF YOU GOT A PROBLEM WITH THIS GROUP GET DA FUCK OUT... NO ONE TOLD U TO JOIN....

FOR EVERYONE ELSE THAT CAN TAKE A JOKE AND NEESDS A LAUGH ENJOY... PEOPLE THAT CANT TAKE SOMETHING FOR WUT IT IS.. PLEASE READ FUCK YOU NUM 13...

FUCK You number FOURTEEN

People who send you a million fucking application invites. Like fuck off I dont want to be part of your goddamned zombie army or join your gay hockey fantasy pool. Lay the fuck off!!

FUCK You number FIFTEEN

Stop Making groups saying facebook will shut down in 20 days if a million people don't join. LIKE HOLY FUCK, GET A LIFE

FUCK YOU'S FROM MEMBERS IN THIS GROUP....THEY NEED TO BE HEARD...

FUCK YOU #WUTEVER:
People who join groups only to bash them.... FUCKKK YOU...

FUCK YOU #WUTEVER: stop bragging in the stupid status updates....who gives a flying fuck what your doing tonight or what your doing at the moment

FUCK YOU #WUTEVER: Another fuck you is people making groups about themselves being total idiots because they either lost or damaged their damn phone. Nobody gives a shit and to top all that, people give their numbers out for everyone to see. A lot of crazy motherfuckers you don't even know will cop that shit and stalk you. Either send your friends private messages, post a fucking note, or meet the people in person you want to give your number to for fuck's sake. Don't put it out for everybody to see. Also get your own personal phone book and write down the fucking numbers for storage, so you can safely retrieve them.

FUCK YOU #WUTEVER: Stop posting endless albums of yourself and your friends pouting at the camera from a "cool high angle" in your dorm....it wasnt cool the first time, why the fuck would we want to look at it a hundred other times....jesus give your camera a rest and go out for once, leave that shit for the sixteen year old myspace sluts

FUCK YOU #WUTEVER: another big time fuck you is when people have no friends so they make fanclub groups of themselves! does anybody else hate that ?

FUCK YOU #WUTEVER: The worst is when ppl update their status so it says:
"Michelle is MEXICO IN 3 DAYS!!"
why not write "Michelle is leaving for Mexico in 3 days?!?!!
Learn some proper fucking grammar!!!!

FUCK YOU #WUTEVER: don't write bunk ass shit in the honesty box, especially when your a guy trying to be a girl etcc..get a fucking sex xhange and try and get a roll on laguna beach or someshit

FUCK YOU #WUTEVER: Quit making your status so fucking dramatic! NO one cares that you didn't get anything from the liquor store because your dumbass friends blew it!

FUCK YOU #WUTEVER: i dont know if this applies to everyone BUT FUCK YOU to those no lifes that add you from halfway across the world than they simply ask you who you are when they add you and you answer them and they KEEP asking
WEEKLY. throwing 375817503109 fuck's at you.

FUCK YOU #WUTEVER: fuck you to the people who add honesty box, and then complain about having someone write them a bad message like calling em names. C'mon ur adding honesty box and setting yourself up for ..and to the people who have to criticize over honesty box..fuck you...stop being immature by hiding if you got sum thin to say say it to their face.


FUCK YOU #WUTEVER : For Those fucking people who just make groups against religious, I SAY FUCK U ..
people didnt fight and die for there religion to just get pussy commented
u the one who is making the groups against ISLAM or JESUS whos this fucking hell asked u to make it?
it's a FACEBOOK!! what the hell it is ? its for friendly chatting and not a floor of war !
for god sake people think a moment!!!

Senin, 19 Oktober 2009

Hari Pertama Kerja

19 Oktober, 2009. Hari ini adalah hari pertama aku kerja. Aku keterima di Adira Finance. Sebelumnya sudah melewati beberapa tahap proses seleksi yang cukup menantang. Posisiku sebagai back office. Gaji pertama standar, namun cukup buat biaya hidup aku yang masih lajang ini, dan inipun masih berstatus training selama 3 bulan. Tidak masalah.

Hari pertama, perkenalan. Orang-orang di Adira humoris. Aku sudah mengenal beberapa orang, meskipun sebagian lainnya aku masih lupa nama-namanya. Kebiasaan burukku, tidak bisa mengingat nama orang dengan baik. Setelah itu, pengenalan cara kerja. Relatif mudah, meskipun masih agak bingung. Mudahnya, kita tinggal masukin data-data di kertas ke komputer. Itu aja. Agak bingung karena masih banyak variabel yang belum saya ketahui dari aplikasi itu. Tinggal dibiasakan saja.

Kalo dipikir-pikir, hidup itu sederhana ya? Kita lahir, belajar bicara, bertumbuh, sekolah setinggi-tingginya, bekerja, menikah, berketurunan, tua dan mati (umumnya). Kita dituntut untuk meraih cita-cita, keinginan kita yang paling tinggi. Namun yang sering aku tanyakan dalam hati, setelah kita mendapatkan segala yang kita ingini di dunia ini, lalu apa? Jauh-jauh kucari-cari jawabannya, ternyata dia ada di rumah kayu itu. Rumah yang penuh kenangan, di dalamnya ada.. ah andai saja ada nabi dari kalanngan perempuan, Pasti dia adalah nabi. Nabi yang diutus untukku dan keluargaku. Dia adalah ibuku. Ya, dia telah menjawabnya jauh hari sebelum aku dewasa, bahkan.

Setelah kita mendapatkan apa yang kita ingini di hidup ini, lalu apa? Setelah kita bisa membeli apa yang kita ingin beli, setelah kita menjadi dermawan paling besar, setelah kita mampu membahagiakan siapapun yang ingin kita bahagiakan, setelah kita mendapat jabatan paling puncak, dan seterusnya.. selanjutnya apa?

Bersyukur.

Ya, that's it. Lalu kita bersyukur. Sederhana, kan?

Sabtu, 22 Agustus 2009

Selamat datang Ramadhan

Ramadhan, sebuah bulan suci bagi umat muslim. Selamat datang kembali... Aku cinta kamu, Ramadhan.

Kamis, 06 Agustus 2009

Hore,... online lagi

Akhirnya aku bisa online lagi. Utk sementara aku main di warnet, rencananya aku mau pasang internetan di rumah. Tapi belum soalnya baru nyampe sebulan ini di Balikpapan, beres-beres dulu. Keliling2 kota, biar tau jalan. Balikpapan sih, bersih... dan nyaman. Tapi dibanding Makassar, masih kalah rame. Terus terang, lama tigngal di Makassar membuat aku agak kurang betah di sini. Maklum, pendatang baru.

Masalahnya skrg, ngurus KTP di sini kok njlimet ya. Bertele-tele. Yah, Bukan birokrasi namanya kalo gak merepotkan dan bertele-tele. Here it is the indonesian justice. Pengurusan KTP di Balikpapan ini bener-bener bikin pusing. Udah hampir sebulan aku ngurus belum selesai juga. Ampun. Mana duit udah mulai menipis. Penghasilan dari Lionbridge.com semakin menurun. Upahku 2 bulan ini ditahan karena katanya performa kerjaku menurun. Usaha adsense ku juga stagnan, gak pernah update blog-blogku lagi.. Belum lagi aku resign dari ISC, soalnya aku pindah ke balikpapan, jadi gak bisa ikutan jobnya lagi. Pundi-pundi penghasilanku kian hari kian berkurang... ampun!

Di sini, aku kadang mreasa kesepian. Gak kayak di makassar, banyak temen. Di sini aku cuma ber-5 ama keluarga kakakku. Sementara di luar sana, aku cuma kenal ama salah satu temen kuliahku dulu yg juga kerja di sini, plus pak RT (akibat dari pengurusan KTP biadab itu). Sehari-hariku sementara cuma bantu-bantu pekerjaan rumah, kalo lagi kosong, paling mainin si Jack (gitarku maksudnya). Daripada bete, mending belajar bikin lagu ah...

Selasa, 30 Juni 2009

Mau ke Balikpapan

Inikah waktu yang tepat untuk meninggalkan Makassar? Kota yang aku tinggali selama 6 tahun ini terasa sudah begitu akrab denganku. Keakraban ini membuatku merasa berat untuk meninggalkannya. Di sini sudah ada banyak teman, sahabat, saudara, orang-orang yang sering bersamaku. Sudah ada banyak tempat-tempat yang sering kudatangi, tempat yang sering kugunakan untuk berkumpul bersama orang-orang akrabku. Dan sekarang aku seakan berada di persimpangan jalan; ke Balikpapan dengan segala sesuatunya yang baru, atau tetap di Makassar dengan segala sesuatunya yang sama.

Aku dipanggil oleh kakakku yang tinggal di Balikpapan. Kakakku itu kerja dan menetap di sana bersama keluarganya. Katanya di sana banyak perusahaan, kotanya bersih, penduduknya ramah. Pokoknya di sana peluangnya lebih bagus untuk masa depan ketimbang Makassar. Ah, Balikpapan, kaukah tempat persinggahanku selanjutnya?

Kata orang bijak, kalau kita hanya tinggal di satu tempat terus-menerus, kita seakan-akan membaca buku hanya satu halaman saja. Benar juga, bukankah Tuhan menciptakan bumi ini begitu luas, betapa sayangnya kalau seumur-umur kita tidak pernah menginjakkan kaki di bagian bumi yang lain? Dan lagian apa yang aku tunggu di sini, di kota ini? Memang di sini aku punya pekerjaan, dan aku bahagia dengan itu. Tapi lihatlah, apakah ia bisa membuat bahagia orang-orang yang kelak akan menjadi bagian hidupku? Istriku, anak-anakku kelak, mereka harus terpikirkan semenjak saat ini. Kalau saja tidak ada yang namanya berkeluarga, maka apa yang aku dapatkan saat ini sudah lebih dari cukup; sebuah penghasilan dan lingkungan bersahabat. Tapi nyatanya tidak, hidup tidak sesederhana itu.

Maka marilah kita menentukan pilihan, mantapkan hati, dan ambil tindakan. Setidaknya ada yang aku harap di sana, di tempat baruku. Yah, harapan. Harapanlah yang selalu membuatku, kamu, kita semua, bisa membentuk hidup ini seperti sekarang ini.

Kalau aku jadi berangkat, mungkin dalam waktu dekat ini, aku ingin lama di sana. Aku ingin membuat diriku menyimpan kerinduan yang amat sangat kepada seisi Makassar, baru aku akan pulang. Agar dapat kunikmati saat di mana aku kembali ke kota ini, sebuah kerinduan yang membuncah!